Alkitab (Bagian Pertama)

Alkitab adalah kitab suci umat Kristiani.
Terdiri dari 2 bagian yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

1.Perjanjian Lama
Perjanjian Lama terdiri dari kitab-kitab Taurat Musa dan kitab Para Nabi yang di tulis oleh berbagai sumber yang bahkan berbeda jauh jarak penulisannya.
Perjanjian Lama di tulis sebelum kelahiran Yesus yang berisi ajaran hukum Taurat, kisah para nabi dan nubuat-nubuat tentang kedatangan Yesus Sang Mesias Juruselamat manusia.
Penerjemahan Perjanjian Lama ke dalam berbagai bahasa contohnya adalah Septuaginta.
Septuaginta adalah terjemahan Perjanjian Lama dari bahasa Ibrani kuno ke dalam bahasa Yunani.
Bahasa Yunani merupakan bahasa yang sering di gunakan masyarakat pada masa itu.
Maka dari itu Raja Ptolemeus II Filadelfus (285 - 247 SM) dari Mesir memerintahkan penerjemahan itu agar kitab-kitab dalam perjanjian Lama bisa di baca oleh masyarakat lain yang non Yahudi.
Deuterokanonika merupakan bagian dari septuaginta tersebut yang di anggap sebagai kanon yang kedua dari Perjanjian Lama.
Deuterokanonika berisi tentang informasi tradisi hikmat dan sejarah bangsa Yahudi sekitar waktu pembuangan Babel sampai menjelang kelahiran Tuhan Yesus.
Atas dasar di atas, Katholik Roma dan Ortodoks Timur memasukkannya dalam Alkitab.
Namun deuterokanonika tidak terdapat dalam Perjanjian Lama dalam bahasa Ibrani sehingga Protestan tidak memasukkannya dalam Alkitab.
Masing-masing mempunyai dasar ukurannya tersendiri.
Dimana salah satu pihak menggunakan dasar Ibrani dan pihak yang lain menggunakan dasar Yunani.
Hal ini tidak perlu di pertengkarkan karena masih sama-sama Saudara dalam Kristus Yesus.


2.Perjanjian Baru
Perjanjian Baru terdiri dari Injil Kanonik ( Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas dan Injil Yohanes ),Surat-surat yang di tulis Rasul seperti Petrus, Paulus, Yudas, Yohanes dan Yakobus serta Wahyu.
Perjanjian Baru ini di tulis pada abad pertama.
(Yesus sendiri wafat, bangkit dan kenaikan ke Surga-Nya sekitar tahun 30-33 M)

-Matius dan Yohanes adalah murid Yesus dan merupakan saksi mata langsung.
-Markus adalah salah satu pengikut Petrus.
Dimana dia kemungkinan besar menuliskan kesaksian dari Rasul Petrus sendiri dalam Injil Markus.
Berikut adalah kutipan tulisan ahli sejarah terkenal yaitu Eusebius.
'Dan Penatua biasa berkata seperti ini:"Markus,karena menjadi penafsir Petrus, dan menuliskan segala sesuatu yang ia ingat dengan akurat, meskipun tidak secara berurutan, segala sesuatu yang dikatakan atau dilakukan oleh Kristus.
Sebab ia tidak mendengar Tuhan atau mengikuti Dia, namun belakangan, seperti saya katakan, ia mengikut Petrus, yang menyesuaikan ajaran sesuai kebutuhan tanpa maksud memberikan catatan yang teratur tentang perkataan Tuhan.
Akibatnya, Markus tidak melakukan hal yang salah dalam menuliskan apa yang ia ingat, sebab ia berusaha tidak menghilangkan apa pun yang ia dengar atau membuat pernyataan palsu di dalamnya."' (Ecclesiastical History)
-Lukas adalah tabib non Yahudi yang merupakan teman sekerja Paulus.
Tulisannya berdasarkan kesaksian saksi langsung seperti para Rasul.
Dia juga penulis dari Kisah para Rasul.
-Paulus sebelum bertobat bernama Saulus yang sebenarnya sering menganiaya jemaat Kristen.
Saat menuju Damaskus, dia mendapat penampakan dari Tuhan Yesus sendiri untuk bertobat menjadi rasul Yesus dan mewartakan Injil.
Dalam pelayanannya, Paulus bertemu dengan rasul lain seperti Petrus dan Yakobus yang menerimanya menjadi rasul.
-Petrus dan Yohanes adalah rasul-rasul Yesus sendiri yang menulis surat-surat mereka kepada jemaat Kristen.
-Yakobus dan Yudas juga adalah orang-orang yang berhubungan dengan Yesus sendiri.

Sekilas adalah gambaran tentang penulis-penulis Perjanjian Baru yang merupakan figur-figur yang erat kaitannya dengan Tuhan Yesus.
Memang tidak semua rasul menulis Injil.
Banyak dari mereka yang lebih memilih melakukan pewartaan dengan kesaksian langsung dan pelayanan ke berbagai daerah.

Yesus sendiri dalam hidup-Nya sebagai manusia menggunakan bahasa Aram.
Namun menurut kajian, hal itu tidak menutup kemungkinan bagi Yesus untuk bisa berbahasa Yunani dan Ibrani.
Seperti orang-orang sekarang banyak yang menguasai banyak bahasa, mulai dari bahasa Ibu dan bahasa Internasional (bahasa Inggris).
Bahasa Yunani pada masa itu mirip bahasa Inggris yang digunakan secara umum di dunia Internasional.
Bahasa Yunani merupakan bahasa pengantar di provinsi-provisi Romawi selain bahasa Latin.
Penggunaan bahasa Yunani pun lebih luas di provinsi-provinsi tersebut.
Oleh karena itu, para rasul penulis Injil pun menguasai bahasa Yunani sehingga Perjanjian Baru pun di tulis dalam bahasa Yunani.

0 komentar:

Blogger Template by Blogcrowds